Memahami Mode Kamera Digital

Memiliki pemahaman yang baik tentang mode kamera digital sangat penting untuk jual kamera mengendalikan eksposur dalam fotografi. Apakah Anda seorang pemula atau seorang amatir yang maju, Anda harus tahu apa yang dilakukan setiap mode kamera dan kapan harus digunakan, dalam keadaan apa. toko kamera


1) Apa itu Mode Kamera Digital?
Mode Kamera Digital memungkinkan fotografer mengendalikan parameter pemaparan, khususnya, Shutter Speed, Aperture dan ISO. Sementara mode tertentu dapat sepenuhnya mengotomatisasi pemaparan kamera, ada mode lain yang membiarkan fotografer secara manual mengendalikan beberapa atau semua parameter pemaparan.

Mode Kamera Kembali di masa lalu, tidak ada yang namanya mode kamera – semuanya manual. Fotografer harus secara manual mengatur aperture, shutter speed dan memilih jenis film yang tepat untuk kamera mereka. Untuk mengevaluasi intensitas dan jumlah cahaya, mereka biasa membawa perangkat metering cahaya khusus yang mengukur cahaya dan memberikan informasi paparan, yang kemudian akan mereka gunakan di kamera mereka. Pada tahun 1938, Kodak memperkenalkan kamera film dengan meteran cahaya terintegrasi dan pada tahun 1962, sebuah perusahaan Jepang bernama “Topcon” memperkenalkan kamera SLR pertama yang mengukur cahaya yang masuk melalui lensa ke kamera. Apa artinya ini, apakah fotografer tidak lagi perlu membawa lampu khusus dengan mereka – kamera akan melakukannya untuk mereka. Mode kamera “Otomatis” baru mulai muncul di kamera, yang akan mengevaluasi jumlah cahaya yang melewati lensa dan secara otomatis akan memilih parameter pemaparan yang tepat untuk menghasilkan gambar yang terpampang dengan benar.

Saat ini, kebanyakan kamera digital memiliki berbagai jenis mode kamera yang bisa digunakan dalam situasi yang berbeda. Sementara kebanyakan kamera point and shoot berkonsentrasi pada mode otomatis demi kesederhanaan, mode kamera yang lebih maju menampilkan mode yang memungkinkan kontrol eksposur otomatis dan manual.

2) Jenis Mode Kamera
Berikut adalah empat tipe utama mode kamera yang bisa ditemukan di kebanyakan kamera digital saat ini:

Program (P)
Prioritas Shutter (Tv) atau (S)
Aperture Priority (Av) atau (A)
Manual (M)
3) Mode Program
Dalam mode “Program”, kamera secara otomatis memilih Aperture dan Shutter Speed ??untuk Anda, berdasarkan jumlah cahaya yang melewati lensa. Ini adalah mode yang ingin Anda gunakan untuk momen “titik dan tembak”, saat Anda hanya perlu memotret dengan cepat. Kamera akan mencoba menyeimbangkan antara aperture dan shutter speed, meningkatkan dan menurunkan keduanya berdasarkan intensitas cahaya. Jika Anda mengarahkan kamera ke area yang terang, aperture akan meningkat secara otomatis ke angka yang lebih besar, sekaligus menjaga kecepatan rana cukup cepat. Menunjuk kamera ke area yang lebih gelap akan menurunkan aperture ke angka yang lebih rendah, untuk menjaga kecepatan rana yang cukup cepat. Jika tidak cukup cahaya, aperture lensa akan tetap berada pada angka terendah (aperture maksimum), sedangkan kecepatan rana akan terus berkurang sampai mencapai eksposur yang tepat.

Saya pribadi tidak pernah menggunakan mode ini, karena ini tidak memberi saya banyak kendali atas eksposur. Ada cara untuk mengesampingkan kecepatan rana dan aperture yang bisa diatapi kamera dengan menggerakkan tombol kontrol (pada kamera Nikon, ini adalah tombol di bagian belakang kamera). Jika Anda memutar tombol kontrol ke arah kiri, kamera akan mengurangi kecepatan rana dan meningkatkan aperture. Jika Anda memutar tombol di sebelah kanan, kamera akan meningkatkan kecepatan rana dan mengurangi aperture. Pada dasarnya, jika Anda perlu mendapatkan kecepatan rana yang lebih cepat untuk tindakan pembekuan, Anda akan memutar tombol di sebelah kanan, dan jika Anda perlu mendapatkan bidang yang dalam, Anda akan memutar tombol ke kiri.

4) Shutter-Priority Mode
Dalam mode “Shutter Priority”, Anda secara manual mengatur kecepatan rana kamera dan kamera secara otomatis memilih aperture yang tepat untuk Anda, berdasarkan jumlah cahaya yang melewati lensa. Mode ini dimaksudkan untuk digunakan saat gerakan perlu dibekukan atau sengaja buram. Jika terlalu banyak cahaya, kamera akan meningkatkan aperture lensa ke angka yang lebih tinggi, yang menurunkan jumlah cahaya yang melewati lensa. Jika tidak ada cukup cahaya, kamera akan menurunkan aperture ke angka terendah, sehingga lebih banyak cahaya melewati lensa. Jadi dalam mode Shutter Priority, kecepatan rana tetap sama (sesuai keinginan Anda), sementara aperture meningkat dan menurun secara otomatis, berdasarkan jumlah cahaya. Selain itu, tidak ada kontrol atas isolasi subjek, karena Anda membiarkan kamera mengendalikan kedalaman lapangan.