Jabatan Diturunkan, Sembilan PNS Somasi Bupati Magelang

Sembilan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang Jawa Tengah akan melayangkan surat peringatan atau somasi kepada Bupati Magelang, Zaenal Arifin. Somasi tersebut menyusul adanya demosi atau penurunan jabatan dan eselon yang dilakukan oleh Zaenal terhadap sembilan PNS itu beberapa waktu lalu.

Menurut Bambang Tjatur, kuasa hukum beberapa PNS itu, gagasan somasi juga akan dilayangkan pada Jumat (12/12/2014) besok. Mereka mempertanyakan keabsahan Surat Ketentuan (SK) Bupati tertanggal 26 September 2014 nomor 821. 2/123/kep/13/2014 mengenai pemberhentian jabatan strukural eselon III serta IV, dan pengangkatan atau penunjukkan dalam jabatan struktural eselon IV serta V.

“Klien kami terasa didholimi oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin karna tanpa ada argumen yang pasti dan prosedur yang pas jabatan struktural mereka mendadak di turunkan, ” kata Bambang Tjatur, di Magelang, Kamis (11/12/2014).

Bambang menerangkan, sesuai sama Ketentuan Pemerintah (PP) Nomor 58 th. 2010 mengenai ketentuan PNS, demosi dikerjakan jika PNS lakukan pelanggaran berat. Disamping itu, beberapa PNS itu terasa tidak sempat lakukan pelanggaran berat ataupun pelanggaran disiplin PNS yang lain.

Berdasar pada PP itu juga, lanjut Bambang, untuk memberi sangsi atas pelanggaran berat PNS itu, Zaenal dinilai semestinya terlebih dulu mesti lakukan kontrol. Kontrol bisa dikerjakan oleh atasannya serta dituangkan dalam berita acara dan ditandangani oleh ke-2 belah pihak.

” Namun prosedur itu sekalipun tidak sempat dikerjakan. Oleh karenanya client kami menginginkan memohon keterangan dari Bupati Magelang. Jika tidak diindahkan bukanlah mustahil kami juga akan membawa perkara ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, ” tegas Bambang.

Bambang memberikan, ada sepuluh petinggi di Pemkab Magelang di turunkan jabatannya ke eselon yang lebih rendah dalam mutasi PNS oleh Zaenal Arifin pada Sabtu 27 September 2014 kemarin. Kebijakan itu disangka berkaitan Pilkada Oktober 2013 lantas di mana sepuluh PNS itu tidak mensupport pencalonan Zaenal Arifin jadi Bupati Magelang periode 2014-2019.

” Tuntuntan client kami, Bupati Magelang membatalkan SK demosi itu serta kembalikan jabatan mereka ke tempat awal mulanya. Kami siap dipertemukan dengan Bupati ataupun DPRD Kabupaten Magelang supaya selekasnya ada jalan keluar, ” tambah Bambang.

Mereka yang dimutasi ke jabatan yang lebih rendah salah satunya Dwi Koendarto dari Kabid ESDM Dinas Pekerjaan Umum Daya Sumberdaya Mineral (DPU ESDM) jadi Kasi di Kantor Kecamatan Mungkid, Bintoro dari Kabid di Dinas Perdagangan serta Pasar saat ini jadi Kasi Kecamatan Tegalrejo, Susanto dari Kabid di Dinas Tenaga Kerja Sosial serta Transmigrasi (Disnakersostran) jadi Kasi di Kecamatan Secang, serta Moch Fauzi Yanuar dari Sekretaris Kecamatan Dukun jadi Kasi di Kecamatan Ngluwar.

Nasib malang dihadapi satu diantara korban demosi, yaitu Nurkholis yang wafat karena kecelakaan jalan raya sesudah dua hari pasca-dipindahtugaskan jadi Kasi Pelajari serta Monitoring Kecamatan Bandongan. Dia dipindahkan dari Kasi Peletakan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Sosial serta Transmigrasi (Disnakersostrans). Dengan demosi ini, eselon Nurkholis turun dari mulanya IV A jadi IV B.

Baca Juga: Contoh Surat Mutasi

Bambang meneruskan, terdapat banyak clientnya yang tetaplah bekerja ditempat yang sudah ditunjuk Zaenal. Tetapi ada juga PNS yang sampai sekarang ini tidak bersedia dilantik serta di tandatangani SK demosi sebelumnya ada keterangan dari Zaenal.

” Ada satu diantara client kami yang malas ambil upahnya sepanjang dua bln., kerena terasa tidak bekerja sesuai sama pekerjaan pokok serta peranannya, ” tutup Bambang.